1. The 2nd International Symposium for Suistainable Landscape Development

 

Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian (Faperta) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar “The Second International Symposium for Sustainable Landscape Development”. Acara digelar di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, (9-10/11).

Acara ini menghadirkan Keynote Speaker, Walikota Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto. Walikota menyampaikan bahwa kajian-kajian terkait lanskap harus dapat disinergiskan dengan kebijakan pemerintah bagaimana implementasinya, sehingga keberlangsungan pengembangan lanskap tetap terjaga. “Saat ini kita menghadapi berbagai tantangan di Kota Bogor. Mulai dari kepadatan penduduknya dengan pertumbuhan sangat cepat. Ditambah lagi Bogor menjadi sarana berlibur bagi penduduk yang bekerja di ibu kota, sehingga berdampak pada padatnya jumlah transportasi yang masuk wilayah Bogor,” ungkapnya.   Dikatakannya, pertumbuhan kendaraan di Kota Bogor 14 persen per tahun, sementara anggaran perbaikan infrastruktur minim. Hal ini, terangnya, tidak akan bisa diimbangi jika hanya fokus pada pelebaran jalan. Namun pihaknya akan berupaya untuk mengubah gaya hidup masyarakat supaya menggunakan sarana yang lebih sehat seperti sepeda. “Ke depan tidak ada lagi pembangunan hotel dan apartemen. Kita mulai menata public transportation dan ke depan julukan Bogor bukan lagi kota sejuta angkot tetapi kota sejuta taman,” ujarnya. 

Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Prof.Dr. Anas Miftah Fauzi mengatakan lanskap berkelanjutan adalah pemandangan yang dapat memberikan berbagai fungsi ekologis seperti penghapusan radiasi dari matahari, mengurangi polusi udara dan pada saat yang sama memberikan fungsi sosial dalam masyarakat dan fungsi ekonomi secara mandiri.

Simposium ini juga menghadirkan narasumber Dr. Damian Tang, Presiden International Federation of Landscape Architecture (IFLA); Prof. T. Kobayashi, perwakilan dari Universitas Chiba; Dr. Nor Atiah, perwakilan dari Universitas Putra Malaysia; Ir. Canserina dari Environmental System Research Institute (ESRI) Global; dan Dr. Siti Nurisjah dari Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) .(dh-IPB) 

 2. International Landscape Architechture Student Workshop (ILASW) 2016